Aku kuat demi anak dan istri ku

Aku kuat demi anak dan istri ku
Pekerjaan seberat apapun itu, akan kulakukan demi anak dan istri ku.

IWayan Wija Negara - sebagai pekerja di level buruh kasar, sering dianggap rendah dan hina, terkadang di hina oleh atasan atau yang memiliki level yang lebih tinggi, tidak jarang kata-kata yang tidak meenakan keluar dari mulutnya, diskriminasi sosial sering terjadi, jadi pelampiasan apabila bos sedang marah, terlebih lagi atasan atau bos menerapkan pasal 1 yaitu bos selalu benar, apabila bos melakukan kesalahan maka kembali lagi ke pasal 1,  penghasilan sangat kecil. Di saat ada pemutusan hubungan kerja pasti akan dapat giliran paling depan.

Di dalam hati seringkali datang umpatan-umpatan kecil yang mendorong untuk keluar dari pekerjaan itu, namun hati kecilku berkata tidak! Aku tidak boleh keluar dari pekerjaan ini, aku mempunyai tanggung jawab yang besar untuk kelangsungan hidup anak dan istri ku, jika aku keluar dari pekerjaan ini, lalu siapa yang akan bertanggung jawab menafkahi keluarga ku?

Pulang dari kerja, aku harus mencari pekerjaan lagi untuk menutupi kebutuhan ekonomi keluarga terutama kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan anak serta istri ku belum lagi yang lainnya, namun di hati ini tidak sedikitpun mengeluh, aku sadar aku adalah kepala rumah tangga, aku lah yang seharusnya bertanggung jawab atas segala hal mengenai keluarga ku.

Oh tuhan ku, mudahkanlah jalanku sehingga hamba bisa tetap bisa mengayomi keluarga ku, karena hambalah yang mempunyai tanggung jawab atas segala hal di dalam keluarga kecil ku. 

Aku harus bekerja keras untuk mereka, doa demi doa ku panjatkan kepada Tuhan, harapan demi harapan ku gantungkan di masa depan, aku percaya akan ada harapan yang besar untuk kehidupan yang lebih baik lagi di masa depan, semoga kelak anak ku sukses dan kebahagiaan selalu menyertai keluarga kecil ku.




0 Response to "Aku kuat demi anak dan istri ku"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel